
ni salah satu potensi wisata yang da di hulu sungai mahakam dekat dengan long bagun...
keren bgt deh
pokoknya keren bgt
betul2 keajaiban Tuhan...

Secara sederhana habitat merupakan tempat hidup mahkluk hidup, dimana mahkluk hidup tersebut melakukan segala aktifitasnya seperti mencari makan, tidur bersarang dan lainnya. Kerusakan habitat dari suatu jenis mahkluk hidup dapat mengakibatkan kepunahan dari jenis mahkluk hidup tersebut. Selain kerusakan habitat, perubahan habitat juga merupakan ancaman bagi kepunahan dari jenis mahkluk hidup.
Tipe dari habitat itu sendiri sangat beragam antara lain berupa hutan, mangrove, sawah, laut,
Dari pertambangan, maka adanya pembukaan jalan untuk aktifitas sehingga mengkibatkan fragmentasi habitat yang menghalangi penyebaran dan kolonisasi satwa. Dengan kerusakan dan perubahan habitat inilah maka banyak satwa yang mengalami penurunan jumlahnya yang berujung pada kepunahan. Walaupun ada beberapa jenis satwa yang mampu beradaptasi dengan habitat barunya tetapi tetap saja terjadi penurunan jumlah populasi berbagai jenis satwa. Selain penurunan populasi, satwa cacat sebelum lahir dapat terjadi akibat pengaruh polusi. Dengan begitu penyebab terbesar untuk kepunhanan bagi satwa yaitu rusaknya habitat bagi satwa tersebut.
Setiap tanggal 22 Maret selalu diperingati sebagai Hari Air Sedunia (World Water Day) yang berdasarkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desembar 1992 melalui resolusi Nomor 143/1993, usulan Agenda 21 ini diterima dan sekaligus ditetapkan pelaksanaan Hari Air Sedunia pada setiap tanggal 22 Maret mulai tahun 1993 di setiap Negara anggota PBB.
Peringatan ini sebagai wahana agar kita dapat melaksanakan Agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 dalam United Nations Conference on Environment dan Development atau yang sering dikenal sebagai KTT Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro.
Tahun 2008 ini sesuai yang dipakai untuk memperingati Hari Air Sedunia yaitu “sanitasi”. Dengan adanya berbagai permasalahan didunia ini yang tidak pernah lepas dari air meningkatkan akan kesadaran kita tentang melestarikan sumberdaya alam terutama air. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari air dalam berbagai kegiatan, bukan hanya kita sebagai manusia tetapi mahkluk hidup lainnya.
Volume air didunia ini hanya 1,4 miliar km3, namun hanya 2,7% saja yang dapat digunakan karena sebagaian besar merupakan air laut (97,3%). Padahal jutaan manusia membutuhkan air bersih, bukan hanya manusia saja yang membutuhkan air tetapi mahkluk hidup lainnya.
Sekarang perlu kita lihat banyak negara-negara yang mengalami krisis air bersih, padahal sebenarnya pasokan air sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari tetapi harus mengikuti aturan konsumsi yang baik. Dalam arti harus adanya penghematan dalam pemakaian air. Sebenarnya di Indonesia itu sendiri sumber bahan
Untuk itu sebagai manusia yang sadar akan kegunaan air kita harus menghemat air dalam pemakaian dan menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup bersama.
Kerusakan mangrove di kawasan sungai Berengah, Teluk Balikpapan kondisinya makin parah. Ini diakibatkan pembukaan lahan oleh perusahaan pengolahan kelapa sawit. Padahal pada bulan Februari lalu, Bapeldalda telah memasang batas untuk kegiatan pengerukan tanah. Namun kegiatan pengerukan tersebut telah melebihi batas tersebut lebih dari 10 meter sebagai akibatnya kawasan mangrove tersebut tertutupi tanah uruk sehingga tidak bisa lagi ditanami pohon-pohon bakau..
Padahal perusahaan yang membangun pabrik pengolahaan crude palm oil (CPO) tersebut telah dipanggil untuk ditanyain tentang komitmen mereka untuk mengganti bakau yang rusak dan tidak akan melakukan pelanggran tehadap batas yang telah disepakati bersama. Namun pada kenyataannya kondisi kerusakan kawasan mangrove tersebut justru makin parah.
Sebaiknya ada tindakan lebih lanjut dari Bapeldalada bila perlu adanya pencabutan izin. Soalnya perusahaan tersebut sudah melanggar site plan yang tidak akan mematikan sejumlah mangrove di sekitar lahan yang telah dibuka, lalu berjanji akan menanaminya kembali tapi pada kenyataannya belum ada hasilnya.
Sekarang kondisi lahan tersebut tidak bisa ditanami mangrove lagi karena sudah tertutupi oleh tanah uruk. Semestinya ini aspek lingkungan seperti inilah yang patut diperhatikannya, karena disekitar kawasan mangrove tersebut bukan hanya terdapat jenis pohon-pohon mangrove tetapi juga berbagi mahkluk hidup lainnya yang saling berinteraksi satu sama lain dengan kawasan mangrove tersebut, seperti satwa. Bila terjadi penurunan jumlah pohon-pohon bakau maka akan berimbas pada jenis satwa lainnya, sehingga terjadi penurunan jumlah ekosistem mangrove tersebut, padahal ekosistem mangrove mempunyai peranan yang sangat penting terhadap lingkungan. Untuk itu perlu adanya pemerhatian terhadap lingkungan bagi pemerintah untuk pemberian izin dan pengawasaan terhadap suatu perusahaan untuk membuka lahan, seperti soal amdal, agar dipatuhi oleh perusahaan itu.
Kelestarian mangrove harus tetap kita jaga, karena mangrove baik secara langsung atau tidakn langsung telah banyak memeberikan peranan pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi
Seperti pada kasus diatas dapat menyebabkan degradasi dari darat, sedangkan dari laut itu sendiri adanya penebangan dan adanya tumpahan minyak dari laut. Kerusakan dan penurunan luasan hutan mangrove selain menyebabkan berbagai masalah lingkungan dapat pula hilangnya habitat berbagai biota laut. Mangrove itu sendiri jika dikelola dengan baik dapat dijadikan objek wisata bagi pemerintah setempat karena di kawasan mangrove itu sendiri berbagai jenis pohon bakau tumbuh, yang merupakan habitat berbagai jenis satwa seperti beberapa jenis monyet, ular, orang utan.
Selain itu pembabatan hutan mangrove dapat menyebabkan intrusi air laut, sehingga air tanah layak dikonsumsi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, pembabatan hutan mangrove juga menyebabkan erosi dan sedimentasi air laut yang berpengaruh pada produktivitas kegiatan masyarakat yang matapencahariannya sebagai penambak.