Sabtu, 23 April 2011

...dan sebatang rokok

mungkin da terlalu banyak orang menulis tentang yang biasa disebut dgn rokok.
sebagian temanku malah tak bisa hidup tanpa rokok,,,trus bagaimana dgn kopi,,,
sebagian dari perokok juga penikmat kopi,,,,
hemmm,,kopi????
i like it,,,tpi msh dalam batas normal, tidak tiap hari q minum kopi, bisa ga tidur q klo tiap hari num kopi truz
q g pernah larang org untuk berhenti merokok atau pun minum kopi, itu kan hak org tersebut,,,laen halnya bila tuh org udah nyusahain q,sumpah tu plg jengelin bgt,,,gimana tidak, bila tuh org enak2an minum kopinya sambil merokok,trus buang asap rokoknya sesuka hatinya, tanpa mikirin org disekelilingnya,,,,
dan yg paling ngebetein bgt, tuh org ngerokok diruangan ber AC dan jelas2 tu ruangan da tulisan "NO SMOKING AREA".
bisa baca g sih tuh org,,,,????
laen halnya bila sesorang diperjalanan entah tu dalam bis ato dalm angkot, g tengok kiri-kanan, yg ptg tuh mulut kya cerobong kereta api, harus tetap ngeluarin asap rokok ga pernah peduli siapa yg ada disebelahnya,
pa mereka tuh g sdarnya, lo apa yg dilakukan dgn rokoknya tersebut merugikan orang lain juga bukan hanya dirinya sendiri,,,
tiap org punya hak untuk menghirup udara bersih,

Kamis, 21 Januari 2010

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

  1. Pengolahan Awal (Pretreatment)
    Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
  2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
    Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
  3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
    Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
  4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
    Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
  5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
    Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

Jumat, 20 Juni 2008


ni salah satu potensi wisata yang da di hulu sungai mahakam dekat dengan long bagun...
keren bgt deh
pokoknya keren bgt
betul2 keajaiban Tuhan...

Minggu, 04 Mei 2008

kenapa kadang2 org selalu bilang kalo hidup tu keras...
hidup tu sulit...
apax yg sulit???
apa yang dari kehidupan tu keras???
takdir???
memang untuk berbicara tu mudah, sangat mudah
tapi ....
coba dan selalu coba untuk dijalani biar sulit dan sungguh
jgn pernah merasa berada diatas
jgn pernh merasa di bawah jga
tapi jadikanlah dirimu tu merupakan bagian dari semua kehidupan...

Jumat, 04 April 2008

kERuSakaN hABitAT



Secara sederhana habitat merupakan tempat hidup mahkluk hidup, dimana mahkluk hidup tersebut melakukan segala aktifitasnya seperti mencari makan, tidur bersarang dan lainnya. Kerusakan habitat dari suatu jenis mahkluk hidup dapat mengakibatkan kepunahan dari jenis mahkluk hidup tersebut. Selain kerusakan habitat, perubahan habitat juga merupakan ancaman bagi kepunahan dari jenis mahkluk hidup.

Tipe dari habitat itu sendiri sangat beragam antara lain berupa hutan, mangrove, sawah, laut, padang rumput dan sebagainya. Dari berbagai tipe habitat tersebut, hutan yang paling banyak mengalami kerusakan dan perubahan fungsi, dengan membuka pertambangan di dalam hutan, perkebunan hingga industri. Dengan begitu satwa-satwa yang hidup di dalam hutan hanya mempunyai dua pilihan, pindah atau mati. Bagi satwa yang tidak mampu beradaptasi dengan habitat yang sudah berubah maka akan mati, tetapi bagi habitat yang berpindah pun harus beradaptasi dengan habitat barunya dan tentu saja satwa tersebut terus dikejar oleh aktifitas manusia lainnya. Jadi penyebab utama rusaknya habitat adalah manusia. Untuk membuka hutan menjadi lahan perkebunan atau pertanian banyak dari manusia yang membakar hutan, padahal kebakaran hutan baik yang disengaja atau tidak disengaja dapat memusnahkan berbagai jenis tumbuhan, dan asapnya pun mengakibatkan polusi udara.

Dari pertambangan, maka adanya pembukaan jalan untuk aktifitas sehingga mengkibatkan fragmentasi habitat yang menghalangi penyebaran dan kolonisasi satwa. Dengan kerusakan dan perubahan habitat inilah maka banyak satwa yang mengalami penurunan jumlahnya yang berujung pada kepunahan. Walaupun ada beberapa jenis satwa yang mampu beradaptasi dengan habitat barunya tetapi tetap saja terjadi penurunan jumlah populasi berbagai jenis satwa. Selain penurunan populasi, satwa cacat sebelum lahir dapat terjadi akibat pengaruh polusi. Dengan begitu penyebab terbesar untuk kepunhanan bagi satwa yaitu rusaknya habitat bagi satwa tersebut.

Rabu, 02 April 2008