Sabtu, 22 Maret 2008

nature

Kerusakan mangrove di kawasan sungai Berengah, Teluk Balikpapan kondisinya makin parah. Ini diakibatkan pembukaan lahan oleh perusahaan pengolahan kelapa sawit. Padahal pada bulan Februari lalu, Bapeldalda telah memasang batas untuk kegiatan pengerukan tanah. Namun kegiatan pengerukan tersebut telah melebihi batas tersebut lebih dari 10 meter sebagai akibatnya kawasan mangrove tersebut tertutupi tanah uruk sehingga tidak bisa lagi ditanami pohon-pohon bakau..

Padahal perusahaan yang membangun pabrik pengolahaan crude palm oil (CPO) tersebut telah dipanggil untuk ditanyain tentang komitmen mereka untuk mengganti bakau yang rusak dan tidak akan melakukan pelanggran tehadap batas yang telah disepakati bersama. Namun pada kenyataannya kondisi kerusakan kawasan mangrove tersebut justru makin parah.

Sebaiknya ada tindakan lebih lanjut dari Bapeldalada bila perlu adanya pencabutan izin. Soalnya perusahaan tersebut sudah melanggar site plan yang tidak akan mematikan sejumlah mangrove di sekitar lahan yang telah dibuka, lalu berjanji akan menanaminya kembali tapi pada kenyataannya belum ada hasilnya.

Sekarang kondisi lahan tersebut tidak bisa ditanami mangrove lagi karena sudah tertutupi oleh tanah uruk. Semestinya ini aspek lingkungan seperti inilah yang patut diperhatikannya, karena disekitar kawasan mangrove tersebut bukan hanya terdapat jenis pohon-pohon mangrove tetapi juga berbagi mahkluk hidup lainnya yang saling berinteraksi satu sama lain dengan kawasan mangrove tersebut, seperti satwa. Bila terjadi penurunan jumlah pohon-pohon bakau maka akan berimbas pada jenis satwa lainnya, sehingga terjadi penurunan jumlah ekosistem mangrove tersebut, padahal ekosistem mangrove mempunyai peranan yang sangat penting terhadap lingkungan. Untuk itu perlu adanya pemerhatian terhadap lingkungan bagi pemerintah untuk pemberian izin dan pengawasaan terhadap suatu perusahaan untuk membuka lahan, seperti soal amdal, agar dipatuhi oleh perusahaan itu.

Kelestarian mangrove harus tetap kita jaga, karena mangrove baik secara langsung atau tidakn langsung telah banyak memeberikan peranan pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi Indonesia merupakan Negara kepulauan yang secara otomatis mempunyai hutan mangrove diberbagai wilayah.

Seperti pada kasus diatas dapat menyebabkan degradasi dari darat, sedangkan dari laut itu sendiri adanya penebangan dan adanya tumpahan minyak dari laut. Kerusakan dan penurunan luasan hutan mangrove selain menyebabkan berbagai masalah lingkungan dapat pula hilangnya habitat berbagai biota laut. Mangrove itu sendiri jika dikelola dengan baik dapat dijadikan objek wisata bagi pemerintah setempat karena di kawasan mangrove itu sendiri berbagai jenis pohon bakau tumbuh, yang merupakan habitat berbagai jenis satwa seperti beberapa jenis monyet, ular, orang utan.

Selain itu pembabatan hutan mangrove dapat menyebabkan intrusi air laut, sehingga air tanah layak dikonsumsi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, pembabatan hutan mangrove juga menyebabkan erosi dan sedimentasi air laut yang berpengaruh pada produktivitas kegiatan masyarakat yang matapencahariannya sebagai penambak.

0 komentar: