Jumat, 04 April 2008

kERuSakaN hABitAT



Secara sederhana habitat merupakan tempat hidup mahkluk hidup, dimana mahkluk hidup tersebut melakukan segala aktifitasnya seperti mencari makan, tidur bersarang dan lainnya. Kerusakan habitat dari suatu jenis mahkluk hidup dapat mengakibatkan kepunahan dari jenis mahkluk hidup tersebut. Selain kerusakan habitat, perubahan habitat juga merupakan ancaman bagi kepunahan dari jenis mahkluk hidup.

Tipe dari habitat itu sendiri sangat beragam antara lain berupa hutan, mangrove, sawah, laut, padang rumput dan sebagainya. Dari berbagai tipe habitat tersebut, hutan yang paling banyak mengalami kerusakan dan perubahan fungsi, dengan membuka pertambangan di dalam hutan, perkebunan hingga industri. Dengan begitu satwa-satwa yang hidup di dalam hutan hanya mempunyai dua pilihan, pindah atau mati. Bagi satwa yang tidak mampu beradaptasi dengan habitat yang sudah berubah maka akan mati, tetapi bagi habitat yang berpindah pun harus beradaptasi dengan habitat barunya dan tentu saja satwa tersebut terus dikejar oleh aktifitas manusia lainnya. Jadi penyebab utama rusaknya habitat adalah manusia. Untuk membuka hutan menjadi lahan perkebunan atau pertanian banyak dari manusia yang membakar hutan, padahal kebakaran hutan baik yang disengaja atau tidak disengaja dapat memusnahkan berbagai jenis tumbuhan, dan asapnya pun mengakibatkan polusi udara.

Dari pertambangan, maka adanya pembukaan jalan untuk aktifitas sehingga mengkibatkan fragmentasi habitat yang menghalangi penyebaran dan kolonisasi satwa. Dengan kerusakan dan perubahan habitat inilah maka banyak satwa yang mengalami penurunan jumlahnya yang berujung pada kepunahan. Walaupun ada beberapa jenis satwa yang mampu beradaptasi dengan habitat barunya tetapi tetap saja terjadi penurunan jumlah populasi berbagai jenis satwa. Selain penurunan populasi, satwa cacat sebelum lahir dapat terjadi akibat pengaruh polusi. Dengan begitu penyebab terbesar untuk kepunhanan bagi satwa yaitu rusaknya habitat bagi satwa tersebut.

0 komentar: